Friday, October 4, 2013

BERSKENARIO DALAM MIMPI !!




Gak tau keadaan blog ini seperti apa, kalo kata bang Fikri sih udah kayak sarang laba-laba, hahaha. Maklum hampir gak pernah terurus.
Oke sedikit serius sekarang, sebenarnya saya terinspirasi untuk menulis artikel ini berdasar dari buku pinjaman rekan saya, ya Laode namanya, seorang pria yang super luar biasa asal Sultra ini, sengaja sebutin Sultra, maklum dia orang yang sangat bangga dengan asal daerahnya hahaha. Pokoknya itulah asal mulanya !!!!
Kembali ke judul ya. Sebelumnya pernahkah kamu diolok-olok orang sekitar kalian ketika kamu menyerukan sebuah mimpi besar  dan pernahkah teman-teman sekelas kalian menertawakan kamu ketika kamu menceritakan tentang mimpi kamu yang sedikit ekstrem dan gila ? saya yakin pasti pernah bahkan sering bukan. Tidak papa santai aja, tanamkan dalam hati setidaknya kalian selangkah lebih maju dari mereka, setidaknya kalian ada gambaran bagaimana  dan mau jadi apa 10 tahun, 15 tahun kedepannya. Jangan dengarkan ocehan mereka. Selebriti sekelas Paris Hilton aja masih punya impian padahal ia sudah dikarunia kecantikan, ketenaran, dan kekayaan yang gak tanggung-tanggung.
Ingat dengan film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, ada potongan kalimat favorite saya disitu “bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi itu”. Bayangkan saja betapa mudahnya bemimpi itu, gratis, gak menimbulkan dosa, bahkan kalo bermimpi itu di ibaratkan film makan mimpi memperkenankan  skenario itu. Perbanyaklah mimpi kawan, perbesarlah mimpi itu !
Setiap orang pasti memiliki mimpi bukan ? “iya” jawab saja dengan lantang ! entah mau jadi Presiden, Menteri, Duta Besar, atau apapun itu. Kalo saya sih pengen jadi Menteri Keuangan atau paling gak bantuin Abraham Samad menumpas tindak korupsi di Indonesia.Begitu bebas, begitu besar, dan begitu gilakan ? ya kan mimpi gratis, dan siapapun yang mau melarang bukan, Tuhan aja memeluk mimpi itu. Coba bayangkan sewaktu kita masih duduk di Sekolah Dasar, bukankah sering guru-guru kita menanyakan ke kita “mau jadi apa kalo besar anti”? Waktu itu dengan keadaan spontan dan berambisi kita menyebut semua profesi yang besar bukan, mungkin lebih tepatnya kita sebut itu khayalan daripada cita-cita. Tapi jangan salah pencapaian besar manusia biasanya berasal dari khayalan masa kecil mereka. Anda pernah mendengar SpaceShipOne ? Adalah nama pesawat supercepat luar angkasa milik swasta pertama di dunia. Pesawat ini memenangka ansari X prize sebesar sepuluh juta dolar amerika serikat, setelah berhasil terbang setinggi 112 KM sembari membawa 2 penumpang, kemudian mendarat dengan selamat. Singkat kata ia menciptakan SpaceShipOne, namun kono ia masih melajutkan penelitian agar bisa terbang lebih tinggi, lebih hemat dan lebih aman, sehingga lebih banyak umat manusia yang piknik ke luar angkasa. Luar biasa bukan.
Sangat penting untuk mempertahankan khayalan masa kecil hingga dewasa. Walt Disney. Menciptakan Disneyland di Hongkong yang begitu megah yang merupakan rangkaian khayalan sekian puluh tahun sebelumnya. Seorang Albert Einstein kecil juga punya khayalan. Ia ingin mengendarai cahaya. Gila kan ? anekdotnya. “bila teori relativitasnya terbukti benar, maka saya akan diklaim sebagai warga jerman oleh Jerman dan diklaim sebagai warga dunia oleh prancis. Tetapi, bila teori relativitasnya salah, maka saya akan dituding sevagai orang yahudi oleh jerman dan dituding warga jerman oelh Prancis.” Namun, konsekuensi ini tidak membuat semangatnya gentar dan tidak pula membuat khayalannya buyar. Maka, jadilah teori relativitasnya, yang merupakan saslah satu penemuan terbesar pada zaman modern.  Menurut Albert Einstein. “Dunia ciptaan kita adalah produk dari pemikiran kita. Itu tidak akan berubah tanpa mengubah pemikiran kita. Itu akan terjadi ketika anda membuka mata anda, dan mulailah berkhayal dan bermimpi. Ingat bahwa semua berawal dari mimpi.
Saya salut dengan seorang teman saya, kayaknya untuk nama tidak perlui disebutkan, dia sering mengkomunikasin semua mimpi-mimpinya kepada orang-orang disekitarnya. Walaupun itu terkesan pamer, sombong, gila, dan sebgainya lah. Tapi itulah cara dia mengdeadline diri dan mengobarkan semangatnya. Saya setuju dan sekali-kali anda boleh lah mendengarkan presentasi impiannya, hehehe. Itupun yang dilakukan oleh penemu terbesar sepanjang masa, Thomas Edison.
Jadi boleh-boleh mimpi itu selangit tapi harus aksinya harus membumi juga. sebesar apapun impian, harus dimulai dengan langkah yang kecil. DREAM BIG, START SMALL.
Seorang produsen komputer pertama Yang Yuangqing kerap begadanh setiap malam. Seorang tamu yang penasaran menanyakan penyebabnya, dan pemuda yang disebut Bill Gates-nya China itupun menjawab, “IMPIAN”, Kesimpulannya, impian itu merupakan bahan bakar kehidupan. Oelh karenanya anda akan menangis. Oleh karenanya pula, anda akan bahagia. Bahkan oleh karenanya juga, anda akan menangis dalam kebahagiaan.
RINGKASNYA, semailah impian kemudian peliharahlah. Bilamana telah tiba saatnya, maka tunailah. Istilah orang spanyol, Un sueno hecho realidad. Satu lagi bahwa “Tuhan akan selalu memeluk mimpi kita”. Dan bukankah di dalam Mimpi itu, semua skenario diperkenankan !!! Oke, Selamat Bermimpi !   




2 comments: